belajar tekstil

Icon

Berbagi dan belajar bersama mengenai tekstil dan mode…

Linen

Link: Memproduksi Linen

Pasti sebagian besar dari kita sudah sering mendengar mengenai linen. Kali ini saya mencoba berbagi informasi seputar Linen. Linen merupakan salah satu bahan tekstil yang terbuat dari serat alami dari tumbuhan, seperti katun. Tapi untuk membuat bahan linen yang diambil bukan bunganya seperti pada katun/kapas melainkan kulit pohon flax (Linum usitatissimum).

Keterangan gambar: 1. Kelopak, diperbesar, 2. Kuncup bunga tanpa kelopak bunga, 3. Petal, 4 dan 5 Benang sari dari sisi yang berbeda, 6. Butir serbuk sari, 7. Stempel dengan pensil yang digulung, 8 Bunga dan mahkota bebas, tanpa benang sari subur, 8a juga sama tapi dengan benang sari, 9. Sama dengan bagian dalam membujur, 10 dan 11 Buah muda dari sisi yang berbeda sama seperti di atas, 12. Sayatan melintang yang sama seperti di atas, 13. Sama seperti di atas, 14. Buah masak diperbesar, 15. Sama di bagian membujur

Linen merupakan salah satu bahan tekstil tertua dan banyak digunakan di dunia dan berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan linen diduga sudah dipakai sejak lebih dari 36,000 tahun yang lalu. Pada jaman Mesir kuno mumi dibungkus dengan kain linen, hal ini karena linen dianggap sebagai simbol cahaya dan kesucian. Namun saat ini fungsi bahan linen banyak digantikan dengan katun dan kebanyakan orang lebih memilih katun.

Linen memiliki serat yang relatif panjang dibandingkan katun dan serat alami lainnya. Panjangnya bervariasi dari 25 sampai 150 cm dan rata-rata berdiameter 12-16 micrometer. Serat linen dapat diidentifikasi dari guratan memanjang dan ruas-ruas sambungan pada seratnya. Ruas-ruas pada serat ini membuat bahan linen menjadi lebih lentur dan bertekstur.

Selain panjang, serat linen juga mengkilap jika sudah dipintal menjadi benang. Seratnya dua sampai tiga kali lebih kuat dari katun dan ujung-ujung seratnya tidak banyak berbulu seperti pada katun. Setelah menjadi kain pun linen terlihat lebih mengkilap dibanding serat alami jenis lain.

Linen memiliki sifat mendinginkan dan menyegarkan di udara yang panas. Mudah menyerap dan konduktor yang baik untuk panas. Daya serap linen sangat baik sehingga dapat menyerap 20% kelembaban tanpa menjadi lembab. Setelah menjadi kain dan sudah melalui proses akhir yang baik, terkadang-kadang sulit membedakan antara katun dan linen. Untuk mengidentifikasi katun biasanya dilihat dari permukaan benang-benangnya. Serat katun relatif pendek dan jika kain yang terbuat dari katun digosok dengan jari akan menjadi berbulu. Jika rusak/putus, bagian ujung serat katun tumpul. Sedangan linen jika seratnya putus, ujung serat yang putus cenderung lancip. Benang linen lebih kuat daripada katun, lebih mengkilap dan biasanya lebih tidak sama rata. Beberapa jenis linen memiliki benang yang datar, tapi katun seringkali diproses supaya bisa menyerupai benang linen yang datar.

Bahan linen jauh lebih mahal daripada katun di pasaran. Baju yang terbuat dari linen tidak hanya halus, mengkilap dan terlihat mahal tapi juga tidak mudah kotor dibandingkan dengan katun. Serat linen juga bersifat lebih mudah dibersihkan dari noda bila dibandingkan dengan katun. Semakin sering dicuci akan semakin lembut, namun jika dilipat secara kuat berkali-kali pada tempat yang sama dapat mengakibatkan putusnya benang pada bagian yang dilipat. Hal ini biasa terjadi pada bagian lipatan kerah, keliman dan area lipatan yang diseterika setelah pencucian. Linen memiliki elastisitas yang buruk dan tidak dapat membal secara cepat, hal inilah yang menyebabkan bahan ini mudah kusut.

Dalam hal reaksi dengan larutan kimia, Linen lebih rentan hancur dibandingkan dengan katun dan tidak akan bertahan jika dididihkan dengan alkali, bubuk pemutih dan bahan oksidasi lainnya. Karakter inilah yang membuat reaksi linen lambat terhadap bahan pewarna dan membuatnya sulit untuk mendapatkan warna yang kuat yang dapat mengikat serat. Daya serap bahan linen terhadap larutan pewarna rendah. Oleh karena itu bahan linen identik dengan warna putih dan natural karena warna tersebut yang paling baik kualitasnya untuk bahan linen.

Sumber: Wikipedia, Chestofbooks

Filed under: Fashion Fact, Fashion Technology, , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: