belajar tekstil

Icon

Berbagi dan belajar bersama mengenai tekstil dan mode…

Apa itu Dry-Cleaning?

Dry-cleaning [saya tidak menemukan istilah khusus dalam Bahasa Indonesia] yaitu membersihkan tekstil/pakaian (tanpa menggunakan air) dengan menggunakan bahan pelarut kimia. Bahan pelarut kimia untuk yang digunakan tidak berbasis air. Biasanya bahan kimia yang dipakai adalah sejenis tetrachloroethylene (perchloroethylene). Dalam industri biasa disebut ‘PERC’ dan secara umum disebut dengan ‘cairan dry-cleaning’.

Stoddard

Bahan kimia ini dapat mengangkat noda dan kotoran dari kain. Potensi untuk menggunakan pelarut berbasis minyak bumi pertama kali ditemukan oleh Jean Baptiste Jolly pada pertengahan abad ke-19. Jean adalah seorang berkebangsaan Perancis yang memiliki perusahaan pencelupan. Suatu hari pembantunya tidak sengaja menumpahkan kerosin ke taplak meja yang kotor dan taplak tersebut menjadi lebih bersih. Ia kemudian mengembangkan layanan membersihkan pakaian orang-orang dengan cara ini, yang kemudian dikenal sebagai “nettoyage ą sec” atau “dry-cleaning“. Cairan dry-clean awalnya berbasis minyak bumi, seperti bensin dan kerosin/minyak tanah. Diawali oleh kekhawatiran akan mudah terbakarnya larutan dry clean William Joseph Stoddard, seorang pembersih/dry-cleanner dari Atlanta, mengembangkan larutan Stoddard yang tidak terlalu mudah terbakar. Larutan ini berbasis parafin yang biasa digunakan dalam cat lukis dan merupakan alternatif dari larutan berbasis bensin. Larutan ini dapat mengurangi resiko terbakar atau meledak.

Setelah Perang Dunia I, larutan dry-clean mulai menggunakan klorin. Larutan ini cenderung tidak mudah terbakar dibandingkan minyak bumi dan membersihkan lebih kuat. Pada pertengahan tahun 1930, industry dry-clean sudah mengadopsi tetrachloroethylene (perchloroethylene) yang lebih ideal sebagai larutan dry-clean karena membersihkan lebih bersih, tidak bisa terbakar, stabil dan lembut untuk pakaian/tekstil.

Mesin Dry-Cleanning Modern

Dahulu proses dry-clean disentralisasi di sebuah pabrik besar. Sehingga laundry/penyedia jasa dry-cleaning akan menerima barang dari pelanggan yang selanjutnya diteruskan ke pabrik besar tersebut untuk dibersihkan. Hal ini dikarenakan resiko terbakar dan gas berbahaya yang timbul selama proses dry-clean. Hal ini berubah setelah mesin dry-cleaning buatan Inggris, Spencer, memperkenalkan mesin untuk kedai penyedia jasa dry-cleaning yang lebih kecil dan sesuai dengan ukuran kedai. Sedangkan jaman sekarang ini, mesin dry-cleaning melepaskan gas buangan ke udara yang tidak ramah lingkungan karena menyebabkan udara terkontaminasi dan membuang larutan dry-cleaning ke udara yang seharusnya masih bisa digunakan kembali. Sampai akhirnya diciptakan mesin yang dapat mengembalikan dan menyuling kembali larutan dry-cleaning tersebut sehingga tidak terbuang dan dapat dipakai kembali.

Oleh Agen Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat, PERC diklasifikasikan sebagai zat berbahaya yang dapat mengkontaminasi udara dan harus ditangani sebagai limbah berbahaya. Ketika dilepaskan ke udara, PERC dapat menjadi asap ketika bereaksi dengan zat karbon organik yang mudah menguap. California menyatakan PERC sebagai bahan kimia beracun pada tahun 1991. dan penggunaannya akan menjadi ilegal di negara itu pada tahun 2023.

Di bawah ini beberapa jenis larutan dry-cleanning modern yang sering dipakai.

Glycol ethers (dipropylene glycol tertiary-butyl ether/DPTB) (Rynex)(Solvair) : dalam banyak hal bahan kimia ini lebih efektif dibandingkan PERC dan juga ramah lingkungan.

Hydrocarbon : larutan ini paling mirip dengan larutan standard untuk dry-cleanning. Larutan berbahan dasar minyak bumi ini tidak seagresif PERC dan perlu waktu lebih lama untuk membersihkan dengan larutan ini. Meskipun mudah terbakar larutan ini tidak menunjukkan resiko tinggi akan kebakaran dan ledakan jika digunakan dengan tepat. Hydrocarbon mengandung senyawa organik yang mudah menguap yang dapat menjadi asap.

Campuran hydrocarbon yang dimodifikasi : Murni kering

Perchloroethylene : Digunakan sejak 1940an dan merupakan larutan yang paling umum digunakan. Merupakan pembersih yang agresif dan hasil yang standard. Larutan ini dapat menyebabkan warna luntur, khususnya pada suhu tinggi dan dapat menghancurkan trim, kancing dan aksesoris pada pakaian. Namun sangat baik untuk menghilangkan noda minyak, kopi, anggur, darah, dll. Larutan ini meninggalkan bau bahan kimia yang khas pada garmen. Larutan ini tidak dapat terbakar.

Dan masih ada lagi larutan dan metode dry-cleanning lainnya.

Source: Bowe, Wikipedia, Environmental Enlightment

About these ads

Filed under: Fashion Technology, , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: